Lokasi saat ini:BetFoodie Lidah Indonesia > Sehat
Pemkab Bantul kumpulkan pengelola SPPG untuk evaluasi MBG
BetFoodie Lidah Indonesia2026-03-03 15:42:33【Sehat】571 orang sudah membaca
PerkenalanBupati Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Abdul Halim Muslih disela menjalankan tugas di Bantul. AN

Bantul (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, segera mengumpulkan para pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di daerah tersebut untuk melakukan evaluasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi anak sekolah.
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih, di Bantul, Selasa, mengangakan langkah mengumpulkan para pengelola SPPG MBG tersebut salah satunya menindaklanjuti adanya laporan keracunan makanan yang dialami siswa yang diduga setelah menyantap makanan MBG di wilayah Kecamatan Jetis.
"Masalah Makan Bergizi Gratis ini harus terus kita evaluasi, kita pantau kita cari apa penyebab sesungguhnya, maka kita akan rapat tentang Program MBG dengan mengundang semua penanggung jawab SPPG," katanya.
Bupati menargetkan dalam waktu dekat atau dalam minggu ini dapat mengundang para pengelola SPPG di Bantul, mengenai masalah atau kendala yang dihadapi termasuk mencari solusi bila ada persoalan dalam menjalankan proyek nasional tersebut.
Baca juga: BGN perkuat pelaksanaan program MBG di Kabupaten Bantul
"Para penanggung jawab SPPG yang ada di Bantul coba kita tanya satu per satu apa problemnya, apa masalahnya, kok masih saja terjadi laporan itu (keracunan)," katanya.
Menurut dia, laporan keracunan makanan yang dialami siswa diduga usai menyantap MBG memang bukan gambaran semua SPPG, melainkan hanya beberapa peristiwa, dan bukan representasi dari semuanya.
"Ini kecelakaan, tapi bagaimanapun karena ini menyangkut kesehatan anak-anak kita, pastilah harus kita cari solusinya, kita temukan penyebabnya apa kok masih saja terjadi keracunan seperti ini," katanya.
Sementara itu, terkait dengan laporan ratusan siswa di salah satu SMA negeri di Jetis yang diduga keracunan makanan pada Jumat (31/10), Bupati mengangakan sudah dilakukan asesmen oleh pihak terkait, dan ngak ada yang perlu menjalani rawat inap.
Baca juga: Bantul awasi pemberian MBG di sekolah meski bukan kewenangan daerah
"Sudah diasesmen dan Alhamdulillah ngak ada yang perlu dirawat inap, artinya mereka yang masih muda tentu imunitas masih kuat, tapi kan kita harus mengantisipasi lebih jauh, jangan sampai ada keracunan lagi," katanya.
Suka(26262)
Sebelumnya: Warga Taiwan Berbondong
Selanjutnya: BGN bilang Bali masih butuh banyak SPPG untuk layani MBG
Artikel Terkait
- Menteri PPPA prioritaskan perlindungan anak dalam insiden di SMAN 72
- Apa itu perayaan Diwali yang disebut dengan Festival Cahaya?
- Anggota DPR ingatkan pemerintah kawal MBG lebih ketat
- Khasiat buah mentimun untuk diet, kulit, hingga fungsi ongak
- Mematri gerakan energi lestari dari sekolah berdikari
- PBB catat peningkatan kecepatan pengiriman bantuan di Gaza
- UNRWA: Harga pangan Gaza melonjak ekstrem usai lahan dirangakan Israel
- Produk olahan rempah Indonesia dilirik pasar Timur Tengah dan Afrika
- Sulsel proyeksikan surplus beras 2 juta ton di 2025
- BPOM tekankan komitmen atasi isu Cs
Resep Populer
Rekomendasi

Mengungkap cara astronaut masak steik di stasiun luar angkasa China

PBB: Akses bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza dibuka lagi

Cegah keracunan MBG, Pemkot Bontang perketat pengawasan izin SLHS

Apindo soroti sektor riil dalam negeri yang masih belum optimal

BI Jatim: Penguatan investasi manufaktur kunci pertumbuhan ekonomi

Kemarin, arahan Prabowo soal LPDP hingga mikroplastik dalam hujan

Satgas sebut gudang cengkeh di AS kosong imbas kasus zat radioaktif

Polres Lombok Timur usut penyebab keracunan pelajar setelah santap MBG